Antarmuka MIUI 6
Mi4i menggunakan antarmuka teranyar yang dirilis akhir tahun lalu.
Antarmuka ini didukung dengan sistem operasi Android Lollipop 5.0.2.
Secara keseluruhan, antarmuka MIUI 6 terkesan minimalis. Ikon-ikonnya diberi jarak lenggang sehingga layar terkesan lapang.
MIUI 6 Xiaomi
Agar tak membosankan, pilihan tema memiliki beberapa pilihan warna
cerah. Tapi, bagi pengguna yang suka tampilan layar berwarna kalem, bisa
menurunkan kontras dan memilih warna kusam pada penyetelan tampilan.
Walau nuansa warna bisa disetel sesuka hati, kalibrasi warna yang disediakan hanya tiga. Yakni, mode hangat (warm) yang lebih menguning, standar, dan warna dingin (cold) yang lebih membiru.
Dibanding Zenfone 2, antarmuka ZenUI lebih kaya mengakomodir
kalibrasi warna layar. Di antaranya untuk menyesuaikan pencahayaan
normal, pencahayaan berlebih, ruang remang, dan warna-warna lainnya yang
lebih beragam.
Untuk daftar kontak, MIUI memungkinkan pengguna mengidentifikasi,
menandai, dan memblokir panggilan telepon dari nomor-nomor yang tak
diharapkan. Pengalaman komunikasi pengguna bakal lebih tenang tanpa
gangguan dari mereka yang tak diinginkan.
Layar Contact dan Dial Pad MIUI 6
MIUI juga mengakomodir beberapa gestur yang memudahkan akses pengguna ke
aplikasi atau kemampuan tertentu. Misalnya, jika ingin menggunakan
ponsel dengan satu tangan, pengguna bisa mengaktifkan fitur one stand hand.
Cukup gulir tombol navigasi "home" ke kiri atau kanan
untuk memperkecil layar. Setelahnya, pengguna bisa mengoperasikan ponsel
sambil makan, menyetir atau menggendong bayi. Walau, tentu saja
melakukan dua hal sekaligus bakal merusak konsentrasi dan mendatangkan
bahaya.
Fitur satu tangan juga tersemat pada Zenfone 2. Bedanya, pada MIUI
6, pengguna dapat memilih ukuran layar 3,5 inci atau 4 inci. Sedangkan
pada Zenfone 2, pengguna tak diberi pilihan ukuran layar.
Selain gestur satu tangan, adapula gestur untuk mengaktifkan kaca
pembesar di laman apapun. Pengguna cukup mengetuk layar tiga kali, skala
layar bakal meningkat (zoom in).
Sayang, gestur-gestur MIUI pada Mi4i masih kurang responsif. Saat mengaktifkan one handed operation misalnya, pengguna harus mengulang berkali-kali baru fitur tersebut aktif.
Sama halnya ketika pengguna mencoba mengaktifkan fitur TalkBack untuk penyandang tuna netra. Fitur tersebut sukar dimatikan dan mengganggu pengalaman penggunaan. Perlu kesabaran ekstra dan percobaan berkali-kali baru fitur tersebut bisa dinonaktifkan.
Hal ini tak hanya dialami KompasTekno. Beberapa pengguna MIUI 6 juga melontarkan keluhan serupa, salah satunya melalui forum resmi MIUI.
Kamera cantik yang multitasking
Sepintas, kamera yang diusung Mi4i serupa dengan pixelmaster generasi kedua bawaan Zenfone 2. Keduanya mempercayakan lensa berkualitas 13 MP untuk kamera utama dan 5 MP untuk kamera "selfie".
Keduanya juga mengakomodir pilihan kamera manual yang memberikan akses ke beberapa parameter. Pengguna bisa mengatur ISO, Exposure, Focus dan White Balance.
Pada Mi4i, rentang sensitivitas bisa diatur hingga ISO 3200. Sehingga cahaya yang dihimpun dapat membantu ketika digunakan pada ruangan remang. Exposure Time juga bisa disetel hingga 2 detik. Ini berfungsi untuk membidik objek tertentu pada ruangan gelap.
Adapula pengaturan fokus, pengguna dapat mengatur letak fokus hanya dengan menggulir ke kiri dan kanan layar.
Untuk White Balance, ada empat pilihan yang tersedia pada Mi4i. Yakni pada kondisi cahaya standar dalam ruangan, cahaya terang dalam ruangan, terang matahari, serta kondisi luar ruangan dalam keadaan mendung.
Berikut hasil foto menggunakan kamera Mi4i di ruang terbuka dan ruang tertutup:
Misalnya, jika pengguna sedang merekam pertandingan bola tim kesukaan, lalu pemain kesukaan mencetak gol. Pengguna tak perlu mengganti mode video ke kamera biasa untuk membidik aksi pemain favorit.
Merekam dan membidik bisa dilakukan bersamaan tanpa mengorbankan salah satu aktivitas. Sehingga, pengguna tak bakal ketinggalam momen-momen berharga. Baik dalam rekaman gambar bergerak, maupun gambar statis yang bisa dipajang di mana saja.
Bagi beberapa orang, fitur ini mungkin tak signifikan menentukan kualitas kamera. Namun, bagi para pecinta selfie, fitur ini bisa jadi yang terpenting dalam menentukan pilihan ponsel.
Berdasarkan pengalaman KompasTekno, fitur beautification pada Zenfone 2 lebih signifikan meningkatkan kecantikan. Apalagi jika pengaturan "tingkat kecantikan" dimaksimalkan.
Wajah bakal tampak sangat putih, tekstur hidung tampak menyatu dengan pipi saking tingginya tingkat kemulusan kulit,serta kontras pada mata dan rambut sangat tajam.
Berbeda dengan fitur beautification pada kamera Mi4i yang lebih apa adanya. Daripada memperputih kulit wajah, Mi4i lebih memilih menghaluskan kulit penggunanya. Sehingga jerawat-jerawat kecil pada dahi bisa direduksi.
Kontras pada rambut dan mata pun tampak sama dengan foto yang dibidik tanpa mengaktifkan fitur beautification. Dengan ini, hasil selfie terkesan lebih cantik namun tetap natural.
Pengguna tak perlu khawatir menuai cibiran di media sosial. "Kok foto sama wajah asli nggak mirip?" begitu kira-kira.
Terkait fitur beautification mana yang lebih mumpuni, tiap pengguna berdebat sesuai selera dan kebutuhan. Bagi beberapa orang, tingkat keputihan wajah yang bisa diatur sedemikian rupa melalui fitur Beautification Zenfone 2 merupakan hal yang menyenangkan untuk selfie. Tapi, adapula yang mengaggap fitur bawaan Zenfone 2 tersebut membuat wajah tampak palsu.
Di lain sisi, ada juga yang menyebut fitur beautification Mi4i tak mempercantik seseorang secara signifikan. Tapi, beberapa menganggap beautification Mi4i bisa meningkatkan kepercayaan diri dengan kecantikan alami yang dihasilkan.
0 comments:
Post a Comment